Bersukacita Melakukan Kehendaknya

  • GSJA Eben Haezer
  • 06 Jan 2018
  • Like Jesus

Yunus 4.

Jika Tuhan hanya ingin menyelamatkan kota Niniwe, kitab ini sudah berakhir  di pasal 3. Namun, masih ada hal lain yang perlu dilakukan karena Tuhan ingin menyelamatkan hamba-Nya dari dirinya sendiri. Yunus seorang pemarah, yang ingin melihat Niniwe hancur.  Persoalan dasarnya adalah Yunus tidak sepenuhnya berserah kepada Tuhan. Pikirannya tahu tentang kebenaran Tuhan, dan kehendaknya taat pada perintah Tuhan; namun, ia tidak melakukan kehendak Tuhan itu dengan segenap hati. Ia taat hanya karena ia takut pada tindakan yang akan dilakukan Tuhan terhadapnya,. Ia tidak melayani karena kasih.  Ketika kita marah kepada Tuhan, segala sesuatu dalam hidup menjadi tidak pada tempatnya, dan kita pun mengatakan dan melakukan hal-hal yang egois. Benda-benda menjadi lebih penting daripada manusia, dan kenyamanan lebih penting daripada pelayanan. Namun, Tuhan itu panjang sabar dan akan menangani kita dengan lembut agar kita kembali kepada-Nya. Setiap kita hendaknya dapat berkata, “Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allah, hukum-Mu kusimpan di dalam hati” (Maz. 40:9 BIS).  Mari kita lebih lagi bersukacita  melakukan kehendak-Nya di tahun yang baru ini.