Imamat 7:12.
Kita beribadah bukan hanya karena apa yang dapat kita peroleh, tetapi juga karena apa yang dapat kita berikan. Banyak orang Kristen memerlukan pengarahan kembali secara radikal dalam cara berpikir mereka tentang soal ini. Pertama-tama kita hendaknya beribadah untuk menaikkan pujian kepada Allah, suatu persembahan kurban syukur (Imamat 7:12), persembahan terpenting dari kita kepada Tuhan adalah persembahan hidup kita dengan pujian, ibadah dan sembah. Kita hendaknya ikut beribadah dengan sikap memberikan diri kita sendiri – karunia yang kita miliki dan hidup kita-kepada Tuhan. Justru bila kita pergi dengan sikap memberikan diri itulah Tuhan berbicara kepada kita dan ktia menerima dan diberi makan. Seperti kata St. Fransiskus, “Pada waktu kita memberi itulah kita menerima.” Jadi bila ada orang yang berkata, “Saya tidak memperoleh apa-apa dari situ,” sebenarnya ia mengatakan “Saya tak memberi apa-apa di situ.”.