Yesaya 18.
Bangsa Etiopia (keturunan orang Kusy, anak Ham, cucu Nuh) mengirim duta-duta ke Israel, dengan harapan dapat menjadi sekutu yang kuat untuk melawan Asyur. Namun, upaya ini gagal. Tuhan tidak menyertainya sebab semua ide dari kepintaran manusia tidak ada artinya jika bertentangan dengan kehendak Tuhan (1 Korintus 3:18-20). Utamanya, kita harus menemukan kehendak Tuhan, lalu kita harus melakukannya!. Penyerbuan Asyur adalah rencana Tuhan, dan Tuhan tidak akan menghalanginya sampai tujuan ilahi-Nya tercapai. Dia akan me- nyertai peristiwa itu seperti terik matahari di musim panas atau embun di pagi hari (3-4). Ketika waktunya tiba, Dia akan menuai dan meninggalkan bangkai tanaman bagi burung-burung buas. Bukan pemandangan yang sangat indah. Namun, seperti itulah peradaban yang berlangsung sekarang ini (Matius 24:28; Wahyu 19:17-21). Duta-duta itu seharusnya datang ke Yerusalem dengan membawa persembahan bagi Tuhan. Mereka seharusnya menjadi penyembah Tuhan yang rendah hati, bukan negosiator yang congkak (7); percaya kepada Allah Israel, bukan kepada pasukan atau perjanjian-perjanjian mereka (Mazmur 20:8).