Firman Yang Tertanam Di Dalam Hatimu

  • GSJA Eben Haezer
  • 11 May 2017
  • Like Jesus

Yakobus 1:18-21.

Firman Allah, baik yang dikhotbahkan maupun yang tertulis, tidak dapat menguasai seorang dengan efektif kalau orang itu belum terpisah dari kekotoran dan kejahatan moral. Allah memerintahkan orang percaya untuk mengesampingkan semua kekotoran berdosa yang meresapi suatu masyarakat yang rusak sambil berusaha mempengaruhi mereka dan keluarganya. Kotoran ini menajiskan jiwa dan merusak kehidupan mereka (Efesus 4:22,25,31; I Petrus 2:1). Orang Kristen mengawali kehidupan baru mereka dengan dilahirkan kembali ‘oleh Firman Kebenaran’. Hidup baru di dalam Kristus menuntut bahwa kita membuang semua kotoran moral yang melukai hati Roh Kudus dan bahwa kita bertekun dalam menerima Firman Allah di dalam hati kita. Istilah ‘tertanam’ menyatakan bahwa Firman itu harus menjadi bagian dari tabiat kita. Firman yang tertanam membawa kita kepada keselamatan yang terakhir (Matius 13:3-23; Roma 1:16; I Korintus 15:2)