Filipi 2:5-8.
Seringkali di dalam Alkitab Yesus digambarkan sebagai Hamba Allah. Dia datang sebagai seorang Hamba untuk menyatakan kehendak Allah menebus manusia. Ini yang Rasul Paulus katakan tentang Yesus Kristus. Rasul Paulus menitikberatkan bagaimana Yesus meninggalkan kemuliaan yang tiada taranya di sorga dan mengambil kedudukan yang hina sebagai hamba, serta taat sampai mati untuk kepentingan orang lain. Walaupun Ia tetap benar-benar Ilahi, Kristus mengambil sifat manusia dengan segala pencobaan, kehinaan, dan kelemahannya, namun Ia tanpa dosa (Ibrani 4:15). Kerendahan hati dan pikiran Kristus harus terdapat dalam para pengikut-Nya, yang terpanggil untuk hidup berkorban dan tanpa mementingkan diri, mempedulikan orang lain dan berbuat baik kepada mereka.