Yohanes 19 : 28-29.
Setelah penangkapan-Nya ditaman Getsemani, dan juga pengadilan-Nya didepan Hanas, Kayafas Herodes dan juga Pilatus, kini Yesus dibawa ke bukit Golgota untuk disalibkan. Diatas kayu salib Yesus teriak kehausan, maka seseorang menaruhkan bunga karang pada ujung cabang hisop, kemudian mencelupkannya kedalam sebuyung “anggur asam” untuk mengurangi demam dan memberi kesegaran. Darah Yesus, itulah yang akan menyelamatkan dosa dunia. Dengan menyebut kata hisop, maka pikiran orang Yahudi akan dibawa kembali kepada darah domba Paskah. Yohanes mengatakan bahwa Yesus adalah domba Paskah Allah yang benar dan kematian-Nya untuk menyelamatkan seluruh dunia dari dosa. Kematian Yesus bukan datang secara mendadak, atau menjadi sukarelawan yang menggenapi takdir-Nya. Kematian-Nya merupakan penggenapan nubuatan dari seluruh kebenaran Firman Allah, dan melalui kematian-Nya Ia menggenapi kebenaran Firman Allah. Melalui peristiwa ini, kita di yakinankan bahwa Yesus menggenapi nubuatan Firman Allah secara sempurna. Dan dengan darah-Nya kita dibebaskan dari murka Allah.