Bilangan 16.
Seorang pemimpin yang sukses sering dituduh meninggikan dirinya sendiri, terutama oleh orang-orang yang iri kepadanya dan ingin mengambil tempatnya. Memang benar bahwa semua umat Tuhan dikhusukan oleh Dia dan untuk Dia, tetapi Tuhan juga memanggil beberapa dari umat-Nya untuk menjadi pemimpin di tempat-tempat pelayanan yang khusus. Tanpa kepemimpinan, kita akan mengalami kekacauan. Para pemimpin sering dipersalahkan untuk hal-hal yang tidak mereka lakukan (12-14). Musa ingin memimpin bangsa itu menuju milik pusaka mereka, tetapi ketidakpercayaan umat itu menyebabkan mereka tidak diperkenan Tuhan untuk masuk ke sana. Lebih mudah bagi para pemberontak untuk mencari kambing hitam daripada mengikuti dosa-dosa mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Mesir adalah “negeri yang berlimpah dengan susu dan madu.” Pernyataan mereka menunjukan di mana hati mereka sesungguhnya berada. Perlawanan itu sangat kuat: 250 pemimpin, semuanya bersatu melawan Musa. Meskipun demikian, Musa tidak dapat diintimidasi; ia membawa masalah ini kepada Tuhan dan membiarkan-Nya menjadi hakim. Pembelaan Tuhan bagi hamba-hamba-Nya jauh lebih baik daripada pembelaan diri mereka sendiri. Ia yang mengutus, maka Ia juga yang akan menolong.