Iman Itu Tidak Buta

  • GSJA Eben Haezer
  • 12 Oct 2017
  • Like Jesus

Roma 10:17.

Pada waktu kita menerbangkan pesawat, kita tidak bisa membuktikan bahwa penerbangan itu akan selamat karena segala kemungkinan bisa terjadi. Tetapi hal itu tidak berarti kita tidak memeriksa pesawat kita. Iman yang buta tidak akan memeriksa apa-apa, cukup masuk ke pesawat lalu terbang. Itu bukan iman; itu adalah kebodohan belaka. Iman adalah bila kita memeriksa pesawat itu. Kita periksa tekanan udara;kita periksa bahan bakar. Kita datang dengan kira-kira 99 % kemungkinan bahwa pesawat itu akan selamat. Lalu kita melibatkan diri untuk terbang.  Itula iman yang bijaksana. Kita mengetahui mengapa kita melibatkan diri. Dan iman kepada Kristus Yesus haruslah iman yang bijaksana. Sebelum memiliki iman kepada Yesus, kumpulkanlah fakta-fakta tentang Dia. Lihatlah pada kenyataan sejarah, dan lihat ap ayang digambarkan di dalam Alkitab-mukjizat-Nya, Kebangkitan-Nya, dan pengajaran-Nya. Jangan percaya secara buta; kenalilah oknum yang kepadanya kita menaruh iman kita. Paulus menulis, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Kita percaya bahwa Roh Kudus memakai fakta-fakta, baik dalam Alkitab maupun dalam sejarah, untuk menuntun kita kepada iman yang bijaksana. Iman kita bukan iman yang buta.