Yakobus 2.
Jika kita memiliki iman sejati yang menyelamatkan, kita tidak akan bersikap pilih kasih (1-13). Kita akan menilai orang berdasarkan karakternya, bukan penampilannya. Kita tidak akan melayani orang kaya atau mengabaikan orang miskin, tetapi kita akan mengasihi setiap orang demi Yesus Kristus. Kasih kristiani tidak lain berarti memperlakukan orang lain sebagaimana Tuhan memperlakukan kita dan melakukan hal itu dalam kuasa Roh Kudus. Iman sejati yang menyelamatkan juga terlihat dalam tindakan (14-26). Iman bukan sesuatu yang hanya kita bicarakan, melainkan sesuatu yang memotivasi kehidupan kita sehingga kita memikirkan orang lain dan melayani mereka. Abaraham diselamatkan oleh iman (Kejadian 15:6), tetapi ia membuktikan iman itu dengan menaati Tuhan dan mempersembahkan anaknya. Kita dibenarkan dihadapan Tuhan oleh iman, tetapi kita dinyatakan benar dihadapan manusia oleh perbuatan. Tuhan dapat melihat iman kita, tetapi orang hanya dapat melihat perbuatan kita.