Iman Yang Berani Lahir Di Saat Yang Sulit

  • GSJA Eben Haezer
  • 25 Oct 2017
  • Like Jesus

Matius 14:24-27. 

Yesus dan murid-murid-Nya baru saja dengan ajaib memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima roti dan dua ikan.  Setelah itu Ia mengijinkan mereka melintasi danau Galilea,  dan beberapa saat mereka meninggalkan bibir pantai, perahu mereka dihantam angin sakal. Mereka berjuang mempertahankan hidup. Kesulitan hidup menguras habis seluruh kemampuan kita. Hampir semua kita dikala mengalami masalah, kita berada pada titik depresi.  Seluruh mental, emosional bahkan spiritual kita terkuras habis untuk berjuang menyelesaikan masalah tersebut.  Namun justru ditengah-tengah kesulitan itulah iman kita bekerja dengan aktif. Kesulitan bukan simbol bahwa Allah telah meninggalkan kita, kesulitan merupakan cara Allah untuk menyatakan kuasaNya ditengah-tengah kita. Oleh karena itu, biarlah kita selalu bertindak dengan iman yang berani di dalam kehidupan kita bersama-Nya.