Ibrani 11.
Iman adalah keyakinan akan Tuhan yang membawa ketaatan kepada-Nya. Iman yang sejati itu berdasarkan apa yang Tuhan katakana dan terlihat dalam apa yang kita lakukan. Orang yang beriman melakukan segala sesuatu bagi Tuhan, dan Tuhan melakukan segala sesuatu baginya. Iman itu bukan kemewahan, melainkan kebutuhan. Iman itu untuk orang biasa, bukan hanya bagi para pemimpin. Kita memerlukan iman untuk menyembah (4) dan juga bekerja (7), menjalani hidup (8-9), menunggu (10-12). Dalam area hidup apa pun, jika kita mengabaikan iman, kita akan berbuat dosa (Roma 14:23). Frasa “ada pula” (36) mengingatkan bahwa kita dapat hidup oleh iman dan kelihatannya kalah. Tidak setiap orang yang mempercayai Tuhan dibebaskan atau dilindungi (36-40). Namun, perkara yang penting bukanlah pembebasan Tuhan, melainkan perkenan Tuhan (39). Iman kepada TUhan memberi kita kemampuan untuk bertahan ketika orang lain menyerah.