Jangan Keraskan Hati

  • GSJA Eben Haezer
  • 09 Jun 2015
  • Mengalami Hati Yesus

Ibrani 3:7-11

Dengan mengutip Mazmur 95:7-11, penulis menunjuk kepada ketidaktaatan Israel di padang gurun setelah mereka keluar dari Mesir sebagai suatu peringatan bagi orang-orang percaya yang hidup di bawah perjanjian yang baru.  Karena kegagalan orang Israel untuk melawan dosa dan tetap setia kepada Allah, maka mereka tidak diizinkan untuk memasuki tanah perjanjian.  Demikian pula, orang percaya harus sadar bahwa mereka juga dapat gagal untuk memasuki perhentian Allah di sorga apabila mereka tidak taat dan membiarkan hati mereka menjadi keras.  Roh Kudus berbicara kepada kita mengenai dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 16:8-11; Roma 8:11-14; Galatia 5:16-25).  Apabila kita mengabaikan suara-Nya, hati kita akan menjadi makin keras dan tidak bersedia untuk menyerah, sehingga akhirnya hati kita tidak peka lagi terhadap Firman Allah atau keinginan Roh Kudus (ayat 7).  Pengabdian kepada kebenaran dan kehidupan yang benar tidak akan menjadi prioritas lagi, tetapi kita akan makin giat mencari kesenangan pada jalan-jalan dunia daripada jalan-jalan Allah.  Roh Kudus mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan terus-menerus menghimbau kita apabila kita mengeraskan hati dalam pemberontakan.  Adalah mungkin mencapai titik dimana kita tidak bisa kembali lagi (ayat 10-11; 6:6; 10:26).