Yohanes 6:44-45.
Kasih yang Allah fokuskan dalam kehidupan kita adalah kasih yang kekal. Dari kasih itu Dia mengejar kita. Dia telah menarik kita dengan kasih ketika kita bukan teman-Nya, tetapi musuh-Nya. Dia memberikan Anak-Nya untuk mati bagi kita. Kita tidak dapat datang kepada Yesus tanpa ditarik oleh Bapa. Dalam Hosea 11:4, diceritakan tentang Allah menuntun umat-Nya dengan tali kesetiaan dan ikatan kasih dan belas kasihan ilahi. Selaku Bapa dan Tabib, ia selalu memperhatikan, menyembuhkan, dan menuntun, namun mereka tidak mengakui kasih dan berkat-Nya. Kita harus senantiasa bersyukur atas kasih Allah kepada kita yang ditunjukkkan dalam keselamatan kita dan banyak cara lainnya, baik di masa lalu maupun masa kini. Kita harus mengembangkan hati yang berterima kasih, yang mengasihi Dia sebagai tanggapan atas kasih-Nya.