Roma 12:1-2.
Kasih kita kepada Allah haruslah kasih yang sepenuh hati dan yang menguasai seluruh diri kita, kasih yang dibangkitkan oleh kasih-Nya kepada kita yang menyebabkan Dia mengutus Anak-Nya untuk kepentingan kita (Yohanes 3:16; Roma 8:32). Kasih kita hendaknya merupakan kasih seperti terungkap dalam I Korintus 6:20; 10:31; II Korintus 9:15; Efesus 4:30; 5:1-2; Kolose 3:12-17. Kasih kepada Allah meliputi: kesetiaan dan keterikatan pribadi terhadap Dia; iman sebagai sarana pengikat yang kokoh dengan Dia yang dipersatukan dengan kita oleh hubungan Bapak dengan anak; kesetiaan kepada penyerahan kita kepada-Nya; ketaatan yang sungguh-sungguh, yang dinyatakan dalam pengabdian kita kepada standar-Nya yang benar di tengah-tengah dunia yang menolak Allah, dan kerinduan akan kehadiran dan persekutuan-Nya.