Yohanes 19 : 34.
Ketika matahari tenggelam dibawah cakrawala, orang-orang yang mengadakan penguburan didesak diantara dua perintah Allah. Mereka harus memelihara hari Sabat tetap kudus tetapi dalam Ulangan 21:22-23, mengharuskan agar tubuh orang yang sudah dieksekusi dikuburkan pada hari yang sama. Itulah sebabnya orang-orang yang belum mati, akan diremukkan tulang-tulangnya. Yesus telah mati dan para prajurit tidak meremukkan tulang-tulangnya (penggenapan dalam Mazmur 34 : 21)- untuk membuktikan kematian-Nya, salah satu prajurit menikam lambungnya dengan tombak (Zakharia 12 : 10), maka keluarlah air dan darah. Kematian Yesus berarti memberikan hidup : Darah yang membersihkan dari dosa, sedangkan air melambangkan kehidupan baru di dalam Roh. Ketika bangsa Israel mengalami kehausan di padang gurun, Musa memecahkan batu karang, dan dari batu karang itu mengalirlah air yang memenuhi kebutuhan bangsa Israel (Keluaran 17 : 6) – ini merupakan Typologi Kristus. Kristus mati memenuhi kebutuhan roh kita. Tanpa Roh, kita tidak menjadi manusia yang utuh dihadapan Allah.