Kegiatan Versus Gaya Hidup

  • GSJA Eben Haezer
  • 28 Oct 2018
  • Like Jesus

Roma 12:1.

Allah menebus kita supaya kita bisa melakukan pekerjaan kudus-Nya yaitu melayaniNya. 0Dan ini memberi arti yang luar biasa kepada kehidupan kita. Yesus mengorbankan nyawa-Nya sendiri untuk membeli keselamatan kita  (I Korintus 6:20). Kita tidak melayani Allah karena rasa bersalah atau hanya karena sebuah kewajiban. Kita melayani Allah karena sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Dia kerjakan bagi kita. Kita berhutang nyawa kepadaNya. Karena keuntungan yang luar biasa inilah maka, di dalam kitab Roma 12:1, Rasul Paulus mengatakan, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”. Dan pelayanan yang kita lakukan haruslah disertai dengan kasih. Di dalam kitab I Korintus 13:1-7, Paulus menuliskan bahwa semua tidak ada gunanya jika tidak disertai kasih. Dari sini jelas bahwa nilai pelayanan tidak terletak pada kehebatan pelayanan itu melainkan pada kasih yang menggerakkan. Jika kita tidak memiliki kasih kepada orang lain, tidak ada kerinduan untuk melayani orang lain dan kita hanya peduli dengan kebutuhan diri sendiri, seharusnya kita bertanya-tanya apakah Kristus sungguh-sungguh ada dalam kehidupan kita? Hati yang diselamatkan adalah hati yang ingin melayani. Dan melayani menjadi gaya hidup kita.