Kesediaan Untuk Melepaskan

  • GSJA Eben Haezer
  • 30 Oct 2017
  • Like Jesus

KEJADIAN 22 : 1-2.

Ada banyak orang yang sedang berjuang untuk meraih mimpi, prestasi, jabatan, yang kelak akan “menjamin” hidupnya. Sama halnya mereka berjuang untuk mendapatkannya mereka juga berjuang untuk mempertahankannya.  Sesuatu yang dianggap berharga layak untuk digenggam erat-erat.Teks ini menuturkan, bahwa hampir ± 40 tahun, Abraham mengenal Allah dan berjalan bersama Allah, dan ketika di hari tuanya, ia hidup bahagia dengan kehadiran Ishak sebagai anak dari penggenapan janji Allah.  Ishak menjadi pusat perhatian, dalam keluarga yang telah lama menunggu janji Allah tersebut. Firman Tuhan datang  mencobai Abraham (nasah).  Ujian ini datang  untuk  membuktikan keabsahan, keaslian dan kemurnian Abraham, dengan menjadikan Ishak sebagai korban bakaran (Olah). Itu artinya Ishak akan terbakar lenyap sebagai korban bakaran. Semua yang kita punyai adalah “titipan”. Tuhan rindu kita melepaskan apa   yang kita genggam,  dalam kita mengasihi Dia. Apa yang kita  genggam itu mungkin dapat berupa :  keegoisan kita, potensi kita, waktu kita, keuangan kita bahkan sikap hati yang tidak mau mengampuni.  Bila kita ingin hidup dalam ketaatan total, kita harus bersedia melepaskan “Ikatan” tersebut.