Kisah Para Rasul 4:24-31.
Ketika gereja mula-mula lahir, tekanan dari pihak Yahudi begitu kuat. Orang-orang yang baru mengalami Kristus, bukan hanya diintimidasi, dikucilkan, dipersulit bahkan juga dipenjara. Menghadapi situasi yang sulit ini, jemaat mula-mula tidak mengajukan nota keberatan, mereka hanya sepakat didalam doa. Mereka memikul beban satu sama lain dengan cara berdoa bersama. Mereka meminta terobosan dan keberanian untuk menghadapi berbagai kesulitan dan juga meminta keberanian untuk memberitakan Injil (ayat 29- 30). Doa merupakan satu-satu solusi yang mereka pakai untuk menghadapi kesulitan. Doa memberikan keberanian bagi kita untuk membuat keputusan disaat krisis, dan memberikan iman untuk menyerahkan hasilnya di tangan kuasa Allah. Philip Brooks, hamba Tuhan dari Inggris pada abad kesembilan belas, suatu kali berkata, “Jangan berdoa meminta hidup yang gampang. Berdoalah untuk menjadi orang yang kuat. Jangan berdoa untuk tugas yang sesuai dengan kekuatan Anda. Berdoalah untuk kekuatan yang sesuai dengan tugas Anda”.