Ketaatan Dalam Hubungan Pribadi

  • GSJA Eben Haezer
  • 18 Nov 2017
  • Like Jesus

Matius 17:1. 

Lapar secara rohani berbeda dengan lapar secara jasmani.  Bila lapar secara jasmani datang dengan sendirinya, lapar secara rohani membutuhkan keputusan hati, kebulatan tekad, dan kerinduan untuk bertemu Tuhan.  Pemazmur menggambarkan sikap lapar secara rohani seperti seekor rusa yang merindukan air (Mazmur 42 :2). Kalau kita mencermati teks diatas, dikatakan bahwa setelah Yesus menyelesaikan pelayanan-Nya di Kaisarea, dimana Yesus mengajar para murid-Nya, lalu Yesus membawa murid-murid-Nya kepuncak gunung yang lebih tinggi.  Ini merupakan sebuah perjuangan dan pengorbanan, mengingat mereka baru saja menyelesaikan masalah, dan kini mereka berada dalam sebuah pendakian keatas gunung. Para murid harus menanggalkan keletihan, zona nyaman, dan juga tempat dilembah.  Akrab dengan Yesus terjadi ketika kita menyediakan waktu bersama Dia.  Kesadaran ini dibangun melalui sikap hati yang lapar dan haus secara rohani.  Sikap lapar dan haus tidaklah datang dengan sendirinya, kita perlu mendisiplin diri, berkomitmen untuk menjadikan pertumbuhan rohani sebagai prioritas utama.