Daniel 1:8.
Kita hidup pada zaman dimana kekudusan hidup sudah menjadi barang langka. Lihat saja, mulai dari janji setia perkawinan sampai janji politik, semua sudah diragukan.
Orang sudah tidak menghargai lagi makna kekudusan. Sebagai seorang pemuda, Daniel bersama rekan-rekannya ikut dalam pembuangan di Babil. Dan ketika berada di negeri asing, yang serba kompromi dan tidak menjunjung tinggi kekudusan, Daniel mudah sekali tergelincir dan tergoda untuk terbawa arus dengan mengikuti gaya hidup orang kafir. Namun satu hal yang kita pelajari dari kehidupan Daniel adalah dia tidak luntur keyakinannya dan juga jati dirinya sebagai bangsa pilihan Allah. Sekalipun tinggal dinegeri asing dengan gaya hidup kafir, Daniel tetap menjunjung tinggi kekudusannya. Apa yang di percayai Daniel, merupakan dasar landasan untuk perilaku, watak, dan jalan hidupnya. Apakah yang Anda percayai saat ini merupakan dasar landasan untuk perilaku, watak, dan jalan hidup Anda ?.