Yohanes 4 : 31–37.
Dunia mengartikan sebuah kebesaran dari segi kuasa, harta, martabat dan kedudukan. Dan seseorang dapat dikategorikan berhasil apabila ada banyak orang yang datang untuk melayaninya. E.F. Schumaker, ekonom Inggris mengatakan “Small is Beautiful”. Kecil itu indah (versi domestiknya kecil-kecil cabe rawit), namun kata orang Surabaya “cilik iku soro, rek !”. Kecil itu bertentangan dengan kecenderungan naluriah kita. Kecenderungan naluriah kita adalah ingin menjadi besar, ingin mendapat yang besar, dan ingin diperlakukan sebagai orang besar. Namun, Yesus mengukur kebesaran dari segi pelayanan, dan bukannya status. Itulah sebabnya, Allah menentukan kebesaran kita berdasarkan orang yang kita layani, bukan orang yang melayani kita.