Kejadian 50:15-19.
Yusuf mencerminkan karakter Allah dalam bentuk mengampuni. Berbicara tentang mengampuni, kaata yang dipakai dalam mengampuni dalam bahasa Yunani “Amhiemi” melepaskan. Pengampunan adalah melepaskan keinginan ketika ada kesempatan untuk membalas dendam. Yusuf melihat dan bersikap benar terhadap semua peristiwa yang di hadapinya, oleh karena ia melihatnya dari cara pandang Allah. Itulah sebabnya ia tidak mendendam, melainkan mengampuni dan melayanai saudara-saudaranya dengan tulus. Yusuf benar-benar menunjukkan karakter Kristus. Yesus digantung dikayu salib, dihujat dan disiksa, Ia mengampuni mereka (Lukas 23:34). Apa yang dibutuhkan sekarang ini adalah orang-orang percaya yang hidup dengan memiliki cara pandang Allah. Tanpa cara pandang Allah merupakan bukti dari ketidakdewasaan rohani. Kita hidup di jaman serba “abu-abu”. Dengan cara pandang Allah kita hidup dalam kebenaran mutlak. Ingatlah ! tidak bisa mengampuni samahalnya bekerja lembur menjaga orang lain tanpa gaji sesenpun. Jangan mendendam ! bila Anda sedang mendedam maka Anda sedang mempersilahkan “algojo” untuk menyiksa Anda. (Matius 18:34).