Ketaatan Untuk Tetap Merasa Puas

  • GSJA Eben Haezer
  • 24 Nov 2017
  • Like Jesus

Filipi 4 : 10-11.

Kata belajar yang dimasudkan oleh Paulus (emathon) bukan bersifat teoritis melainkan belajar dari sebuah pengalaman.  Paulus seringkali mengalami kesulitan, kelaparan, penyiksaan dan juga aniaya dalam penjara,  namun hal itu tidak menjadikannya ia menyerah melainkan ia dapat bertahan dan dapat merasa puas karena ia telah belajar secara pribadi bersama Kristus.  Kepuasan Paulus bersumber dari sikapnya yang ditanamkannya dalam jangka waktu yang lama.  Kaki dan tangannya boleh saja dibelenggu, tetapi sikap hatinya tidak dapat dibelenggu.  Ia mengalami kebebasan karena ia telah belajar rahasia kepuasan bersama Kristus.  Sukacita didalam Kristuslah  yang mendatangkan kepuasaan sejati. Rasa puas adalah kemerdekaan yang kita alami ketika kemakmuran atau kemiskinan bukan merupakan hal yang penting.  Rasa puas adalah menerima apa yang kita punyai,  dan kita bersyukur atas apa yang Tuhan berikan buat kita. Ada banyak dalam hidup ini dimana kita tidak memiliki kuasa untuk mengubahnya, contoh  puas dengan memiliki kulit hitam, hidung tenggelam, rambut keriting, dan juga tinggi badan  yang pas-pasan. Sebagaimana yang diucapkan oleh Thoreau,“ Semakin kita memilih untuk merasa puas, semakin Allah memerdekakan kita.  Dan semakin Ia memerdekakan kita, semakin kita memilih untuk merasa puas”.