Imamat 5.
Korban penebus salah dapat meliputi persembahan dan ganti rugi. Hal itu mengingatkan kita bahwa dosa merugikan orang lain dan bahwa penyesalan yang sungguh-sungguh harus membuat kita memperbaiki kesalahan kita. Korban penghapus dosa berkaitan dengan kenyataan bahwa pada dasarnya kita adalah orang-orang berdosa, sementara korban penebusan salah berkaitan dengan tindakan-tindakan dosa secara pribadi. Kita harus jujur kepada Tuhan tentang bagaimana diri kita dan juga apa yang kita lakukan. Terkadang kita melakukan dosa dengan bersikap diam, dengan menutup-nutupinya atau membicarakannya. Dosa-dosa kita mungkin tidak disengaja, dan kita mungkin tidak mengetahuinya; tetapi setelah ktia mengetahuinya, kita harus datang kepada Tuhan untuk dibersihkan.