Kuasanya Yang Memampukan

  • GSJA Eben Haezer
  • 18 Oct 2017
  • Like Jesus

II KORINTUS 12 :9 – 10.

Pada mulanya, Paulus tidak mengerti mengapa Tuhan menaruh “duri” dalam dagingnya yang membuatnya begitu lemah dan menderita, namun setelah Tuhan menolak untuk mengabulkan doanya, Paulus memahami bahwa rencana Allah baginya adalah memakai kelemahan tersebut untuk mengalirkan kuasa-Nya yang sempurna. Dalam hal ini, Paulus sudah berdoa tiga kali, namun Jawab Tuhan kepadaku : Eireken “ – memiliki bentuk perfect tense mengandung arti bahwa suatu kejadian itu telah terjadi dimasa lampau, namun pengaruhnya masih dirasakan hingga saat ini. Ada beberapa tokoh dunia yang berhasil menggerakkan jalannya roda sejarah. Mereka bukanlah orang-orang yang sempurna, melainkan memiliki keterbatasan secara fisik, mental, emosional , keluarga bahkan status pendidikan. Sebut saja : Hellen Keller adalah wanita bisu, tuli dan buta; Thomas Edison adalah seorang yang tuli; Kung Fu Tze adalah anak yatim piatu; Lim Sioe Liong (Sudono Salim) adalah tidak tamat sekolah SD (ada masih banyak tokoh lainnya). Dengan demikian keterbatasan dan kelemahan bukan menjadi suatu alasan dan juga halangan untuk kita tidak bisa berbuat sesuatu bagi Tuhan, melainkan kelemahan itu mendorong kita untuk terus bergantung pada kasih karunia dan kuasa-Nya. Ingatlah akan hal ini ! Yesus dapat mengubah air menjadi anggur, namun Dia tidak dapat mengubah sebuah rengekan menjadi sesuatu apapun.