Filipi 34:12-13.
Rasul Paulus bisa melangkah maju dengan bahagia karena ia bisa melihat kehidupan dari sudut pandang Allah. Ia fokus pada apa yang seharuskan ia lakukan, bukan pada apa yang menurutnya harus ia miliki. Rasul Paulus mengatur prioritasnya dengan benar, dan ia bersyukur atas segala hal yang telah Allah berikan kepadanya. Kuasa yang kita terima dalam kesatuan dengan Kristus cukup untuk melakukan kehendak-Nya dan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari komitmen kita untuk melakukan hal tersebut. Dia tidak memberi kita kemampuan manusia super untuk melaksanakan sesuatu yang bisa kita bayangkan tanpa mengindahkan kepentingan-Nya. Saat kita berjuang untuk memperoleh iman, kita akan menghadapai masalah, tekanan, dan berbagai pencobaan. Ketika hal-hal tersebut datang, mintalah Kristus untuk menguatkan kita. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, kekuatan baru dicurahkan bagi kita, sehingga kita mempu melakukan kehendak-Nya oleh pertolongan Alla Roh Kudus yang berdiam di dalam kita.