Menantikan Dengan Sabar

  • GSJA Eben Haezer
  • 14 Feb 2017
  • Mengalami Hati Yesus

Mazmur 37:5-7.

Kehidupan yang penuh berserah diri kepada Allah ditandai dengan percaya kepada Allah.  Abraham – Bapak orang percaya - mengikuti pimpinan Allah tanpa tahu ke mana Ia akan membawanya;  Hana – nabiah - menanti waktu penggenapan Allah, tanpa tahu kapan;  Maria – Ibu Yesus - menantikan mujizat tanpa tahu bagaimana (Lukas 1:38);  Yusuf – tunangan Maria - mempercayai tujuan Allah tanpa mengetahui mengapa situasi terjadi seperti itu.  Masing-masing orang ini sepenuhnya berserah diri kepada Allah.  Kita berserah diri kepada Allah bila kita bersandar kepada Allah untuk membuat hal-hal berhasil dan bukannya mencoba memanipulasi orang lain, mendesakkan agenda kita, dan mengendalikan situasi.  Kita tidak harus selalu yang ‘berkuasa’.  Alkitab berkata, “Serahkanlah dirimu kepada Tuhan dan nantikanlah Dia dengan sabar.” (ayat 7A- Terjemahan God’s Word Translation).  Daripada lebih keras berusaha, kita seharusnya lebih percaya.  Hati yang berserah terlihat dengan sangat baik di dalam hubungan.  Kita tidak mengendalikan orang lain, tidak menuntut hak-hak kita, dan tidak melayani diri sendiri bila kita berserah.