Yeremia 29.
Tahun 597 SM bangsa Yahudi mulai dibuang ke Babel. Surat Yeremia kepada orang-orang di pembuangan membuat kita memahami cara memanfaatkan situasi sulit sebaik-baiknya. Menerima. Jalani hidup senormal mungkin dan sesuaikan diri dengan ketidaknyamanan tanpa mengeluh. Berusahalah menjadi berkat bagi orang lain. Jadilah pembawa damai, bukan pembuat masalah. Bersabar. Tuhan sudah menetapkan waktu-Nya, dan rencana-Nya tidak pernah gagal. Dia tahu berapa lama dan berapa berat situasi itu akan berlangsung. Percaya Tuhan. Ayat 11 adalah janji yang kuat untuk diklaim ketika Anda "dalam pembuangan". Tuhan memikirkan Anda secara pribadi dan memiliki rencana bagi Anda. Dia merancang kedamaian, bukan peperangan; jadi, Anda tidak perlu takut akan masa depan. Rencana-Nya memiliki tujuan, jadi biarkan Dia menyelesaikan kehendak-Nya. Tak peduli betapapun beratnya situasi Anda, jangan sia-siakan penderitaan Anda dengan melawan Tuhan.