Ibrani 11 : 24 – 25”.
Pada abad lima belas, di Perancis ada seorang gadis yang berusia sembilan belas tahun, namanya Joan dari Arc. Dia menyebarkan semangat kepada tentara Perancis dari serangan Inggris. Suatu ketika ia mengatakan kepada salah seorang jendral, “ Saya akan memimpin pasukan untuk memanjat tembok, “ Jendral berkata, “ Tidak ada seorangpun yang akan mengikutimu. “ Joan dari Arc menjawab, “ Saya tidak akan menoleh kebelakang untuk melihat orang mengikuti atau tidak. Ia berhasil menyelamatkan Perancis dari serangan Inggris, sekalipun dia sendiri harus mati dibakar. Didepan api yang siap membakarnya, Joan dari Arc berkata, “ Setiap pria memberikan nyawanya untuk apa yang ia yakini, setiap wanita memberikan nyawanya untuk apa yang ia yakini. Kita hanya mempunyai satu kehidupan; kita menghayatinya dan itu berlalu. Tetapi hidup tanpa keyakinan lebih mengerikan daripada mati”. Dan setelah itu api melahap tubuhnya. Ditengah-tengah berbagai pergumulan hidup, Allah mendorong anak-anak kita untuk tidak mudah menyerah. Mengapa Allah mendorong anak-anak kita untuk tidak mudah menyerah ?. Karena anak-anak kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dan bukannya kecemaran.