Kisah Para Rasul 9:19-31.
Di dalam teks ini diceritakan bagaimana tantangan yang dihadapi Paulus dalam pertobatannya menjadi pengikut Kristus adalah adanya tantangan dari orang-orang Yahudi yang ingin membunuhnya dan banyak masyarakat yang curiga akan pertobatannya. Namun Paulus yang kita kenal memiliki kepribadian pemberani, keras dan tegas, siap menghadapi resiko dan tidak undur dengan ancaman itu. Saulus sebagai orang yang baru bertobat, tentu tidak mudah baginya untuk bisa diterima dan sebaliknya juga tidak mudah bagi kelompok para murid dan orang Kristen lainnya untuk menerima Saulus pada saat itu. Sehingga tidak heran muncul penolakan terhadap Saulus. Beberapa dari mereka meragukan pertobatannya. Di dalam ayat 26 dikatakan, “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid”. Namun Saulus yang memiliki kepribadian pantang menyerah, tidak menyerah dengan keadaan ini. Dia terus berusaha menunjukkan bahwa dirinya sungguh telah bertobat dan berubah.