Yeheziel 40-43.
Jaminan akan masa depan yang mulia dapat menguatkan umat Tuhan pada masa-masa pencobaan hidup (Yohanes 17:22-24; 1 Petrus 1:1-9). Jaminan itu juga seharusnya mendorong kita untuk hidup kudus. (Kata kudus disebutkan tiga puluh sembilan kali di pasal 41-48.) Bagi orang kristiani, surga itu tidak sekadar tujuan, tetapi juga motivasi. Hidup Anda akan menjadi berbeda hari ini karena Anda tahu Anda akan ke surga. Benar bukan?. Bait Suci akan menjadi tempat persembahan dan pujian, dan tempat berdiam kemuliaan Tuhan (43:1-5). Yehezkiel sudah menunjukkan bagaimana kemuliaan Tuhan meninggalkan Bait Suci yang lama (11:22-23), dan sekarang Dia menunjukkan bagaimana ke-muliaan itu datang kembali dan memenuhi bait-Nya (43:1-5; 44:4). Keindahan dan kemegahan Bait Suci sama sekali tak ada artinya jika tanpa kehadiran Tuhan. Saat ini, tubuh umat Tuhan adalah bait-Nya (1 Korintus 6:19- 20), demikian juga jemaat-Nya (Efesus 2:19-22). Sebagaimana Tuhan memiliki rencana yang indah bagi masa depan Bait Suci di Yerusalem, Dia juga memiliki rencana untuk setiap umat-Nya secara pribadi (Efesus 2:10) dan jemaat-Nya secara bersama-sama. Kita harus menjadi bait yang kudus, yang hanya dipersembahkan bagi Dia. kita harus memancarkan kemuliaan Tuhan. Kita harus mewujudkan “surat wasiat-Nya” (Baca Matius 28:19-20) di dalam sisa kehidupan kita.