Yehezkiel 21.
Yeremiah menyebut Babel itu kapak perang Tuhan (Yeremia 51:20-23), dan Yehezkiel menyebutnya pedang Tuhan. (Kata pedang digunakan lebih dari dua belas kali di pasal ini.) Tuhan sudah mencabut pedang-Nya dari sarungnya (1-7), mengasahnya untuk di-gunakan (8-17), dan kemudian menghunusnya ke arah Yerusalem (18-27) serta Amon (28-32). Bangsa Amon bersekutu dengan Yehuda melawan Babel, tetapi berhasil lolos saat penyerbuan. Namun, akhirnya mereka pun terkena hukuman. Tuhan memakai orang-orang yang tidak percaya untuk menggenapi rencana-Nya. Umat Tuhan sendiri tidak menaati kehendak Tuhan yang sudah dinyatakan, sementara bangsa-bangsa penyembah berhala menaati Tuhan tanpa mereka mengetahuinya. Paradoks yang luar biasa!. Kiranya kita tidak demikian. Kita harus menaatiNya. Kita harus tetap memposisikan diri sebagai murid di hadapan-Nya dan memposisikan diri sebagai guru dihadapan orang yang tidak percaya. Renungkan lebih lanjut Matius 28:18-20.