Yesaya 32.
Orang yang bijaksana (3-8). Orang bebal, penipu, dan perancang kejahatan yang melemahkan bangsa sangat banyak pada zaman Yesaya. Namun, Tuhan menginginkan orang-orang yang memiliki mata, telinga, dan hati yang terbuka terhadap kebenaran rohani, orang-orang yang dapat menyampaikan kebenaran secara jelas kepada orang lain. Orang yang peduli (9-15). Yesaya memiliki beban khusus terhadap perempuan-perempuan sembrono di negeri. karena para istri dan ibu dapat memberi dampak besar dalam hal baik maupun jahat. Mereka masih bisa hidup nyaman saat hukuman Tuhan akan menimpa mereka. Keluarga bahagia mereka akan hancur, tetapi mereka tampaknya tidak peduli. Orang yang damai (16-20). Nabi mengakhiri dengan catatan yang menggembirakan, dengan menggambarkan damai sejahtera dan kemakmuran kerajaan yang akan datang. Tidak ada damai sejahtera yang abadi tanpa disertai kebenaran, dan Yesus Kristus adalah sang "Raja kebenaran" dan "Raja damai sejahtera" kita (Ibrani 7:1-3).