Pemulihan Atau Penghancuran Bejana

  • GSJA Eben Haezer
  • 24 Nov 2018
  • Like Jesus

Yeremia 18-19.Pemulihan bejana (18:1-11).

Setiap orang percaya adalah bejana Tuhan (Kisah Para Rasul 9:15; 2 Korintus 4:7), tetapi pasal ini mengacu pada bangsa Israel, bejana yang dipilih Tuhan untuk membawa berkat-Nya kepada dunia. Roma 9:1-5 menunjukkan maksud Tuhan atas bejana itu. Dalam perjalanan sejarah sering sekali terjadi ketika bangsa itu tidak mau berserah kepada Tuhan, Dia membentuknya kembali. Bejana itu cacat, tetapi tetap di tangan Tuhan. Bejana itu rusak, tetapi masih punya potensi. Bejana itu hancur, dan Tuhan kembali memulihkannya. Dan, Tuhan melakukan hal yang sama bagi siapa saja yang berserah pada kehendak-Nya (Roma 9:19-21). Penghancuran bejana (19:1-13). Akan tetapi, jika bejana itu sudah menjadi keras, ia tidak dapat dibentuk kembali. Yang dapat dilakukan Tuhan hanyalah menghancurkannya, dan itulah yang dilakukan-Nya ketika Babel menduduki Yehuda. Bangsa itu sudah tak bisa diperbaiki lagi. Lembah Ben-Hinom adalah tempat pe-nyembahan berhala, tetapi Yosia telah mengubahnya menjadi tempat pembuangan sampah (2 Raja-Raja 23:10). Dalam bahasa Yunani disebut Gehenna, kata Perjanjian Baru untuk "neraka". Tofet (12- 13) berarti "membakar". Yeremia memberi nama baru tempat itu: "Lembah Pembunuhan" (6). Orang yang keras hati dan tegar tengkuk (19:15) bisa saja diremukkan dengan mudah.