Pikiran Tuhan Bukanlah Pikiran Kita

  • GSJA Eben Haezer
  • 20 Jul 2018
  • Like Jesus

Ayub 6-7.

Di dalam pasal 7, Ayub berbicara kepada Tuhan tentang kesia-siaan yang tampak di dalam hidupnya. Mengapa Tuhan membiarkannya hidup? Apakah yang hendak dicapai oleh segala penderitaan ini? Ayub seperti seorang upahan yang lelah, yang tidak mendapat upah. Hidupnya cepat berlalu. Ayub adalah sasaran, tetapi apa yang Tuhan tuju?. “Jika aku seorang pendosa besar,” kata Ayub, “maka ampunilah dosa-dosaku atau ambilah hidupku. Dengan salah satu cara itu, aku akan menemukan kedamaian.” Argumen ini tampaknya logis, tetapi pikiran Tuhan bukanlah pikiran kita; apa yang tampaknya tak berarti bagi kita, masuk akal bagi Tuhan kita harus berjalan dengan iman. Orang-orang terluka memerlukan dorongan, bukan argumen. Mintalah Tuhan untuk membuat kata-kata Anda seperti obat yang menyembuhkan dan air yang menyegarkan. Mulailah hari dengan berdoa memohon hikmat untuk mengatakan hal-hal yang tepat pada waktu yang tepat. (Yesaya 50:4)