Markus 11:15-17.
Tuhan Yesus menjelaskan bahwa rumah Allah dimaksudkan menjadi rumah doa, tempat di mana umat allah dapat berjumpa dengan Dia dalam pengabdian, doa, dan penyembahan rohani. Rumah Alalh tidak boleh dinajiskan dengan menjadikannya tempat untuk meningkatkan status sosial, keuntungan keuangan atau hiburan. Kapan saja rumah Allah dipakai oleh orang yang berpikiran duniawi, maka rumah Allah kembali menjadi ‘sarang penyamun’. Dalam Injil Lukas 19:45 diceritakan tentang Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah dengan mengusir semua pedagang di situ. Pembersihan Bait Allah menjadi tandakan besar pertama pelayanan Yesus di muka umum (Yohanes 2:13-22) dan tindakan besar terakhir pelayanannya di muka umum (Matius 21:12-17).