Saluran Kasih

  • GSJA Eben Haezer
  • 02 Dec 2018
  • Like Jesus

Matius 22:34-40.

Kita lihat bagaimana orang-orang Farisi dan para ahli taurat berusaha mencobai Tuhan Yesus dengan mengajukan pertanyaan yang dipandang mereka sungguh sulit, yaitu “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”(ayat 36). Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 37-39).Kunci dari kemampuan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah karena Allah telah lebih dahulu memberikan kasih-Nya yang besar kepada kita. Karena kasih-Nya kita diselamatkan dari hukuman kekal.  Jikalau Allah telah begitu mengasihi kita, maka haruslah kita mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa dan segenap akal budi kita dan juga kita harus mengasihi sesama kita seperti diri sendiri.  Kedua hukum itu (mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama) adalah sama. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga salah satu dari keduanya tidak boleh dilanggar. Jika demi mengutamakan hukum yang satu lalu melanggar salah satu hukum itu berarti melanggar kedua-duanya  sekaligus. Dengan demikian, mustahil orang mengaku bahwa ia mengasihi Tuhan tanpa ia mengasihi sesama.