Kejadian 28:10-22.
Yakub benar-benar berada di antara batu dan tanah yang keras. Namun, malam itu Yakub menemukan beberapa pencerahan yang menolong mengubah hidupnya. Ia menemukan bahwa Tuhan berada bersamanya, berkarya baginya dan mempunyai rencana yang sempurna bagi hidupnya. Yakub mungkin terpisah dari rumah, tetapi ia tidak terpisah dari surga. Malaikat-malaikat Tuhan sendiri memeliharanya (Ibrani 1:13-14). “Pada malam paling gelap, bintang-bintang akan tampak paling terang.” Pada keesokan harinya, yakub mengawali harinya dengan menyembah Tuhan dan mengubah bantalnya yang keras menjadi mezbah yang kudus. Ia memberi tempat itu nama baru: “rumah Tuhan”. Di mana pun Tuhan bertemu dengan kita, tempat itu menjadi tempat yang kudus. Iman Yakub masih lemah, tetapi ia memegang janji-janji Tuhan. Yakub sedang membuat awal yang baru, dan dua puluh tahun kemudian ia akan kembali ke Betel sebagai orang beriman yang lebih dewasa.