Yesaya 15-16.
Bangsa Moab lahir dari hubungan inses antara Lot dengan salah satu putrinya (Kejadian 19:30-38). Moab adalah bangsa yang sombong, yang tidak menghormati Allah Israel, tetapi mengandalkan kubu-kubu pertahanannya. Kesombongan, sebagai bangsa maupun pribadi, merupakan dosa yang dibenci Tuhan (Amsal 6:16- 17), dan akan mendatangkan hukuman. Ketika Asyur menyerbu, Moab yang sombong itu meratap (15:1-4) dan melarikan diri (15:5-9). Mereka mengandalkan kubu-kubu pertahanan mereka, tetapi ternyata semuanya tidak mampu melindungi mereka. Bandingkan dengan Yesaya 2:10-11. Mereka seharusnya berdamai dengan Yehuda (16:1-2) dan pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan perlindungan. Tuhan sudah berjanji akan melindungi Yehuda dari pasukan Asyur (10:24 dst.) karena di sanalah takhta Daud berada (16:5). Nabi Yesaya memandang melampaui peristiwa ini kepada suatu masa ketika Anak Allah duduk di takhta Daud serta menegakkan kebenaran dan keadilan (16:5). Tuhan dapat saja melakukannya tanpa Moab; namun, Dia sudah mengikat perjanjian dengan Daud (2 Samuel 7), dan Dia setia pada janji-Nya. Yehuda selamat karena mereka percaya kepada Tuhan.