Seruan Untuk Berdoa Dan Mengakui Dosa

  • GSJA Eben Haezer
  • 01 Jan 2019
  • Like Jesus

Ratapan 3-4.

Pasal di bagian tengah ini menandai titik balik pengalaman dukacita dan doa Yeremia. Saat ia memandang kepada dirinya sendiri (1-18), ia melihat seorang tua di jalan yang gelap dan berliku sedang dikejar binatang-binatang buas. Makin ia merenungi perasa- annya, makin ia merasa putus asa. Kemudian, ia berpaling dari dirinya sendiri dan dengan iman memandang kepada Tuhan (19-39). Sekarang ia dapat berkata, "Aku memiliki pengharapan" (21). Mengapa? Karena rahmat, belas kasih, dan kesetiaan Tuhan: "Karena tidak dengan rela hati Ia menindas" (33; Hosea 11:8-9), dan "tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan" (31). Tuhan tidak bersuka ketika mendisiplin umat-Nya; namun, sebagai Bapa yang pengasih, Dia harus melakukannya (Amsal 3:11-12). Akhirnya, Yeremia memandang kepada bangsanya (40-66) dan menyerukan waktu untuk berdoa dan mengakui dosa. "Nabi yang meratap" (48-49) mengimbau bangsanya untuk mengangkat hati dan tangan mereka kepada Tuhan, meminta pengampunan dan rahmat-Nya.