Singkatnya Hidup Di Dunia

  • GSJA Eben Haezer
  • 15 Feb 2017
  • Mengalami Hati Yesus

Mazmur 39:5.

Untuk memanfaatkan kehidupan kita secara maksimal, kita jangan pernah melupakan dua kebenaran:  Pertama, dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan amatlah singkat.  Kedua, bumi hanyalah tempat kediaman sementara.  Kita tidak akan lama berada di sini, jadi janganlah terlalu terikat pada bumi.  Mintalah agar Allah membantu kita melihat kehidupan di bumi sebagaimana Dia melihatnya.  Raja Daud berdoa, “Tuhan, tolong aku untuk menyadari betapa singkatnya hidupku di dunia ini!  Tolong aku untuk mengetahui bahwa waktuku di sini hampir habis!” (Terjemahan: Firman Allah yang Hidup).  Berulang-ulang Alkitab membandingkan kehidupan di bumi dengan kehidupan sementara di sebuah negeri asing.  Bumi bukanlah rumah tetap atau tujuan akhir kita.  Kita hanya lewat, hanya berkunjung ke bumi.  Alkitab menggunakan istilah-istilah seperti orang asing, peziarah, pendatang, pengunjung, dan musafir untuk menggambarkan kediaman kita yang singkat di bumi.  Raja Daud berkata, “Aku ini orang asing di dunia.” (119:19).