Sumber Ilahi

  • GSJA Eben Haezer
  • 11 Nov 2018
  • Like Jesus

Kisah Para Rasul 20:17-23.

kita belajar dari hidup Rasul Paulus sebagai pelayan Tuhan.  Paulus mengatakan dialah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab ia telah menganiaya Jemaat Allah. Namun setelah berjumpa dengan Yesus,  ia bertobat dan hidupnya diubahkan,  lalu Tuhan memakai-Nya dengan luar biasa dalam pelayanan. Setelah diubah dan dipakai Tuhan, Paulus tidak lupa diri. Ia tetap sadar akan status masa lalunya dan tetap bersyukur  bahwa ia diselamatkan dan dipilih untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Paulus berkata, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (I Korintus 15:10). Perubahan yang terjadi dalam hidup Paulus semata-mata karena kasih karunia Allah. Karena itu Paulus tidak akan pernah berhenti bersyukur setelah diselamatkan dan dipilih Allah. Untuk itu dia menyerahkan  seluruh keberadaan hidupnya untuk melayani Tuhan seumur hidupnya.

Melayani Tuhan bukanlah berbicara tentang diri kita, bukan tentang kegagalan atau keberhasilan kita. Namun semuanya adalah tentang Tuhan dan bagaimana kita menjadi penyalur-penyalur kasih karunia-Nya. Seperti Rasul Paulus menyadari dan mengakui bahwa Sumber yang melayakkan dirinya untuk menjadi pelayan, Sumber yang menjadi kekuatannya untuk bekerja keras melayani Tuhan semata-mata adalah kasih karunia Tuhan yang bekerja dengan kuat di dalm dirinya. Tuhan Yesus sendirilah Sumber Ilahi itu. Sumber yang mengaruniakan segala yang ia perlukan untuk layak dan mampu menjadi pelayan Tuhan. Tuhanlah yang menjadi Sumber Ilahi dalam hidup dan pelayanan seorang pelayan Tuhan.