Mazmur 57 : 1-12.
Sebagai buronan negara, Daud harus lari dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam pelariannya itu, Daud telah kehilangan : Arah dan tujuan (I Samuel 21 :10-12)Daud juga kehilangan harga diri ( I Samuel 21 : 13) “Orang yang di urapi bersikap seperti tidak waras” serta kehilangan rasa aman dan rasa nyaman (I Samuel 22 : 1). Namun di tengah-tengah persembunyiannya, Daud tidak kehilangan pengharapannya terhadap Allah. Ia hanya bisa melihat keatas, menengadahkan tangannya, dan berharap kepada kekuatan Allah. Dalam pengalaman gelapnya, dimana ia tidak memiliki makanan, tidak memiliki teman, tidak memili rasa aman, jauh dari segalanya. Dan dalam kesendiriannya itu, ia mengungkapkan keluh kesahnya kepada Allah . (baca dan telaah dalam Mazmur 57 : 1-12) – dia menyatakan bahwa Allahnya satu-satunya tempat perlindungan. Dia berseru agar Tuhan melepaskan dari persoalannya yang menghimpitnya. Bagi dia, Allah adalah satu-satunya sumber kekuatan ketika ia berada dalam kelemahan, Tuhan satu-satunya sumber keamanan ketika ia berada dalam ketakutan, satu-satunya sumber pengharapan ketika jiwa berantakan. Pengharapan kepada Allah membuat jiwa tidak pernah kalah.