Tanah Air Surga

  • GSJA Eben Haezer
  • 18 Feb 2017
  • Mengalami Hati Yesus

Filipi 3:19-20.

Sebagai orang percaya kita seharusnya terus mengingat bahwa kewarganegaraan kita adalah di sorga.  “Yang mereka pikirkan hanyalah kehidupan di dunia ini.  Padahal tanah air kita ialah sorga, yaitu bersama dengan Juruselamat kita Tuhan Yesus Kristus.” (Terjemahan: Firman Allah yang Hidup).  Orang-orang percaya sejati memahami bahwa kehidupan memiliki nilai jauh lebih besar daripada sekedar beberapa tahun hidup kita di planet ini.  Identitas kita ada di dalam kekekalan, dan tanah air kita adalah surga.  Bila kita memahami kebenaran ini, kita akan berhenti cemas memikirkan soal ‘memiliki semuanya’ di bumi.  Allah berbicara dengan sangat jelas tentang bahayanya jika kita hidup demi waktu sekarang dan jika kita memakai nilai-nilai, prioritas-prioritas, dan gaya hidup dunia sekeliling kita.  Bila kita bermain-main dengan pencobaan-pencobaan dunia ini, Allah menyebutnya perzinahan rohani.  Alkitab berkata, “Kamu tidak setia kepada Allah.  Jika kamu hanya mau mengikuti kehendakmu sendiri, bermain-main dengan dunia setiap ada kesempatan, maka kamu akhirnya menjadi musuh Allah dan orang yang melawan kehendak-Nya.” (Yakobus 4:4, Terjemahan: The Message).