Yesaya 5.
Bangsa Israel adalah kebun anggur yang sudah berulang kali digarap Tuhan (Matius 21:33-46). Bangsa itu berdosa karena tidak tahu bersyukur, kurang menghargai berkat yang diterima, dan menggunakannya secara egois. Bukannya melayani Tuhan, mereka hanya melayani diri sendiri sehingga jadilah mereka bangsa yang bobrok. Orang kaya mencuri dari yang miskin (8-10), dan banyak orang hidup hanya untuk mengejar kesenangan fisik bukan kekayaan rohani (11-17). Dengan mengandalkan hikmat sendiri (21), mereka meragukan nasihat Tuhan (18-19), dan bisa dibayar untuk mengubah Firman-Nya (20-23). Tidak ada keadilan di negeri itu karena para pemimpin yang jahat berpaling dari kebenaran Firman Tuhan. Tuhan murka. Tangan penghukuman-Nya teracung kepada umat-Nya (25; 9:12,17, 20; 10:4; 14:27). Penghukuman itu datang seperti api membakar ladang (24) ketika pasukan musuh menyerbu negeri itu (26-30). Saat ini, Dia masih mengulurkan tangan-Nya dengan penuh kasih, mengundang orang berdosa untuk bertobat (65:2; Roma 10:21); namun kelak, Dia akan mengacungkan tangan-Nya dengan murka.