Yesaya 29.
Nabi memberikan tiga gambaran tentang Ariel ("singa Allah"] kota Yerusalem.
Kota yang terkepung (1-8). Bagian ini secara langsung mengacu pada kemenangan Tuhan atas Asyur (pasal 36-37), tetapi sekaligus merujuk pada kejayaan Tuhan atas pasukan-pasukan yang mengepung Yerusalem pada akhir zaman (Zakharia 14:1-3). Musuh akan menjadi seperti debu dan sekam. Mereka akan terbangun dan mendapati mimpi-mimpi kesuksesan mereka menjadi mimpi buruk tentang kekalahan. Tuhan tahu bagaimana dan kapan membebaskan umat-Nya. Kota yang buta (9-16). Umat Tuhan seperti orang buta, yang tertidur karena mabuk, dan berusaha membaca kitab tertutup! Mereka tidak memahami perkara-perkara rohani dan tidak menyembah Tuhan dalam Roh (Matius 15:8-9). Bahkan, mereka membuat rancangan sendiri (kesepakatan politik) dan mengira Tuhan tidak mengetahuinya (15-16)! Apakah tanah liat lebih tahu dari Penjunan (Roma 9:20)? Dapatkah ciptaan membodohi Penciptanya?. Kota yang diberkati (17-24). Ketika Tuhan datang kembali dan menegakkan kerajaan-Nya, segala sesuatu akan berubah! Umat Tuhan akan mendengar dan melihat kebenaran-Nya, bersukacita di dalamnya, dan menghormati Yang Kudus Allah Israel. Meskipun demikian, Anda tidak perlu menunggu untuk membiarkan Dia mengubah hidup Anda. Berikan hati yang tulus, dan biarkan Sang Penjunan memimpin hidup Anda saat ini juga.