Yosua 6:1-5.
Krisis kepercayaan merupakan sebuah titik balik di mana kita harus membuat sebuah keputusan. Kata “krisis” sendiri berasal dari bahasa Yunani artinya keputusan atau penilaian. Kita harus memutuskan apa sebenarnya yang kita percayai tentang Tuhan. Respon kita terhadap titik ini akan menentukan apakah kita akan terlibat dengan Allah untuk sesuatu yang dasyat dimana hanya Dia yang dapat melakukannya ATAU kita akan melanjutkan perjalanan kita sendirian dan melewatkan apa yang ditetapkan Allah bagi hidup kita. Ini bukan pengalaman sekali seumur hidup, namun akan sering terjadi. Ada banyak contoh dari kisah-kisah di Alkitab mengenai krisis kepercayaan. Contohnya adalah tentang peristiwa “Jatuhnya yerikho” bagaimana Allah berfirman kepada Yosua untuk mengelilingi kota Yerikho sehari satu kali selama enam hari dan pada hari yang ketujuh harus mengelilingi kota itu selama tujuh kali, sedang para imam meniup sangkakala, maka pada saat itulah tembok kota itu akan runtuh. Itu adalah krisis kepercayaan bagi Yosua dan bangsa Israel. Mereka harus memutuskan untuk percaya atau tidak bahwa Tuhan akan melakukan apa yang Dia katakan. Ingatlah bahwa Iman yang benar membutuhkan tindakan. Respon dan tindakan kita terhadap ajakan Allah menunjukkan apa yang kita percayai tentang Allah.