Yeremia 7.
Tuhan menyuruh Yeremia berkhotbah di pintu gerbang Bait Suci dan memberi tahu bangsanya bahwa kepercayaan mereka tidak berdasar karena mereka mengandalkan hal-hal yang salah. Nabi-nabi palsu berseru, "Tidak ada yang dapat menimpa Yerusalem karena Bait Suci ada di sini" (4); "Kita aman karena kita mempersembahkan korban kepada Tuhan" (21); "Kita memiliki tabut perjanjian Tuhan, singgasana Tuhan" (3:16), dan "Kita memiliki hukum Tuhan" (8:8). Bait Suci, korban persembahan, tabut perjanjian, dan hukum Taurat memang merupakan hal-hal yang sangat berharga. Namun, hal-hal itu tidak dapat dipakai untuk menyenangkan hati Tuhan, jika tidak disertai ibadah yang tulus kepada Tuhan. Umat itu menyembunyikan dosa di balik agama mereka (8-15, 21-27). Yang disebut kebangunan rohani pada masa Raja Yosia (2 Raja-Raja 22-23) hanyalah reformasi di permukaan, yang tidak sampai mengubah hati bangsa itu. Jangan pernah puas dengan agama yang cuma di permukaan: pastikan Tuhan melayani sampai ke hati Anda dan Anda menaati-Nya.