Yesaya 25.
Tuhan sebagai Hakim (1-3, 10-12). "Kota itu" terutama menunjuk pada Babel (Wahyu 18:1-19:5), tetapi juga pada segala sesuatu yang dibuat dan digunakan manusia untuk melawan Tuhan. Tuhan tidak perlu waktu lama untuk menyapu bersih sebuah bangsa atau menghancurkan sebuah kota. Tuhan sebagai Tempat Perlindungan (4-5). Masa kesesakan seperti angin ribut, tetapi Dialah Tempat Perlindungan kita; hari-hari kesengsaraan seperti terik padang gurun, tetapi Dialah Awan yang menaungi kita dari panas sinarnya. Tuhan membungkam kegaduhan musuh dan mendatangkan damai sejahtera. Tuhan sebagai Tuan Rumah (6-9). Bangsa Yahudi menggambarkan kerajaan masa yang akan datang sebagai pesta raya dengan Tuhan sebagai Tuan Rumah (Matius 8:10-12; Wahyu 19:6- 9). Namun, tidak sekadar menopang kehidupan; pesta itu akan mengaruniakan kehidupan karena maut akan dikalahkan untuk selama-lamanya (Wahyu 20:11-15; 21:4). Dapatkah Anda turut menyerukan pujian sebagaimana diungkapkan di ayat 9?